PANJI KEMENANGAN SEORANG MUKMIN (Khutbah Iedul Fitri 1439 H/2018 M)

0
189
khutbah ied elhijaz
Khutbah Iedul Fitri 1439 H/2018 M
Bersama: Ust. Imron Rosyid Astawijaya
Masjid Faturahman, Jl. H. Baping RT 002/09, Ciracas JAKARTA TIMUR

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

إن الحمد لله، نحمده، ونستعينه، ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا، وسيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادي له، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمداً عبد الله ورسوله.

أما بعد:

فإن أصدق الحديث كتاب الله، وخير الهدي هدي محمد صلى الله عليه وسلم، وشر الأمور محدثاتها، وكل محدثة بدعة، وكل بدعة ضلالة، وكل ضلالة في النار.

  1. MUQADDIMAH

Segala puji bagi Allah atas segala nikmat dan karuniaNya, terkhusus di hari ini dimana Allah telah memberikan nikmat berupa telah disempurnakannya bulan ramadhan ini, tentulah ini merupakan sebuah nikmat yang wajib bagi kita untuk mensyukurinya.

Sebagaimana yang Allah perintahkan dalam firmanNya:

وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“…dan hendaklah kalian mencukupkan bilangannya dan hendaklah kalian mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepada kalian, supaya kalian bersyukur.” (Q.S Al-Baqarah [2] : 185)

الله أَكْبَرُ الله أَكْبَرُ الله أَكْبَرُ لَا إِلهَ إِلَّا الله هُوَ الله أَكْبَرُ, الله أَكْبَرُ وَلله الْحَمْدُ

Begitulah menggema terdengar seruan hamba di suluruh alam semesta ini…

Mengagungkan Allah dengan takbir…

Mengesakan Allah dengan tahlil…

Memuji Allah dengan tahmid…

Kaum muslimin dan muslimat jamaah shalat ied semoga Allah merahmati kita.

Sungguh betapa cepatnya hari-hari itu berlalu, betapa kita tahu bagaimana dia pergi, bukankah kita merasakan bagaimana ramadhan telah meninggalkan kita…

Maha benar Allah atas firmanNya:

أَيَّامًا مَعْدُودَاتٍ

“(yaitu) dalam beberapa hari yang terhitung….” (Q.S Al-Baqarah [2] : 184)

Padahal kita ketahui bahwa ramadhan adalah waktu yang penuh kemuliaan dalam sebulan penuh.

Namun dia hanya singgah bagaikan tamu yang segera beranjak pergi begitu cepat…

Namun demikian kaum muslimin kaum muslimat …

Hari ini terucap selamat kepada siapa saja yang telah mendapatkan taufik untuk berpuasa di bulan yang mulia tersebut…

Selamat bagi hamba-hamba Allah yang telah melakukan qiyamullail…

Selamat bagi kita semua yang telah sampai di akhir kemulian bulan ramadhan itu…

Dimana ada saudara kita tidak sempat berjumpa dan menutup bulan mulia tersebut karena ajal telah mendahului mereka…

Kaum muslimin kaum muslimat yang dirahmati Allah…

Ketahuilah bahwa hari raya ini merupakan kenikmatan yang besar bagi kita semua…

Kenikmatan yang Rasulullah sabdakan:

“لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ: فَرْحُهُ حِيْنَ يُفْطِرُ، وَ فَرْحَةٌ حِيْنَ يَلْقَى رَبَّهُ”

“Ada dua kegembiraan yang dirasakan oleh seseorang yang berpuasa: kegembiraan saat berbuka dan kegembiraan saat berjumpa dengan Rabbnya.” (H.R Muslim dan Ahmad)

Saat ini kita telah tiba pada berbuka dari puasa, dan telah kita lewati bulan tersebut…

Tentunya kita semua merasakan kebahagiaan tersebut…

Oleh karenanya hari ini adalah momen untuk kita meluapkan kebahagiaan yang syar’i…

Sebagaimana Allah berfirman:

قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ

“Katakanlah: “Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. karunia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan”. (Q.S Yunus [10] : 58)

Mengapa tidak kaum muslimin dan muslimat..

Hari raya kita adalah hari raya yang penuh kemuliaan…

Hari raya yang di dalamnya meng-esakan , mentauhidkan Allah, mengagungkan Allah…

Hari raya dimana kita menerapkan sunnah-sunnah atau petunjuk Rasulullah …

Hari raya yang menjadi titik awal untuk kita selalu berpegang teguh dengan syariat Allah…

Ini adalah hari tegaknya agama kita, hari yang seharusnya mengingatkan kita agar selalu terus istiqamah dalam beribadah…

Ibadah janganlah pernah terhenti dengan berhentinya ramadhan…

Allah berfirman:

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

“dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal)”. (Q.S Al-Hijr [15] : 99)

Mari kita bersama-sama kuatkan tekad untuk selalu continue dan istiqamah dalam ketaatan ketaatan kepada Allah dan kita berjanji untuk tidak akan pernah kembali kepada kemaksiatan setelah ramadhan…

Karena begitulah yang dianjurkan oleh Rasulullah dalam sabdanya:

أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى الله أَدْوَمُه وَإِنْ قَلَّ

“Amalan yang dicintai oleh Allah adalah amalan yang langgeng, meski hanya sedikit.” (H.R al-Bukhari)

 

  1. KEMENANGAN SEJATINYA HANYA UNTUK ORANG-ORANG MUKMIN

Kaum muslimin kaum muslimat yang dirahmati Allah…

Hari raya idul fitri melambangkan kemengan yang hakiki bagi umat islam…

Namun ketahuilah kaum muslimin dan muslimat  –semoga Allah merahmati kita-,

Bahwa kemenangan, kesuksesan dan kebahagiaan dalam islam tidak seperti yang disangka oleh sebagian manusia yang kufur kepada Allah…

Dimana mereka mengira bahwa kemenangan, kesuksesan dan kebahagian hanya sebatas timbangan duniawi  yang semu …

Kesuksesan dalam Islam bukan seperti Qorun yang dengan hartanya kufur hingga ditelan bumi sebagai adzab dari Allah …

Kemenangan dalam Islam bukan seperti Fir’aun yang dengan kedudukan dan kekuasaannya sombong, congkak, kufur hingga ditenggelamkan ke dasar laut sebagai adzab dari Allah …

Kebahagiaan dalam Islam bukan seperti Kaum Tsamud dengan bangunan-bangunan kokoh dan megah berakhir dengan petir-petir yang membinasakan mereka…

Oleh karenanya Allah memperingatkan agar kita tidak tertipu oleh hiasan yang dilimpahkan kepada mereka, Allah berfirman:

لَا يَغُرَّنَّكَ تَقَلُّبُ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي الْبِلَادِ (196)

“janganlah sekali-kali kamu terperdaya oleh kebebasan orang-orang kafir bergerakdi dalam negeri” (Q.S Âli ‘Imran [3] : 196)

مَتَاعٌ قَلِيلٌ ثُمَّ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَبِئْسَ الْمِهَادُ (197)

“itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka ialah Jahannam; dan Jahannam itu adalah tempat yang seburuk-buruknya.” (Q.S Âli ‘Imran [3] : 197)

لَكِنِ الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ لَهُمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا نُزُلًا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ وَمَا عِنْدَ اللَّهِ خَيْرٌ لِلْأَبْرَارِ (198)

“akan tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya, bagi mereka surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, sedang mereka kekal di dalamnya sebagai tempat tinggal (anugerah) dari sisi Allah. dan apa yang di sisi Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang berbakti.” (Q.S Âli ‘Imran [3] : 198)

Kemenangan, kesuksesan dan kebahagian yang hakiki terdapat di akhir timbangan catatan manusia, Allah berfirman:

وَالْوَزْنُ يَوْمَئِذٍ الْحَقُّ فَمَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ (8) وَمَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَئِكَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ بِمَا كَانُوا بِآيَاتِنَا يَظْلِمُونَ (9)

“timbangan pada hari itu ialah kebenaran (keadilan), Maka Barangsiapa berat timbangan kebaikannya, Maka mereka Itulah orang-orang yang beruntung(menang). dan siapa yang ringan timbangan kebaikannya, Maka Itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, disebabkan mereka selalu mengingkari ayat-ayat kami.” (Q.S Al-A’raf [7] : 8-9)

Merekalah orang-orang yang telah meraih kemenangan, Allah berfirman:

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ (1) الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ (2) وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ (3) وَالَّذِينَ هُمْ لِلزَّكَاةِ فَاعِلُونَ (4) وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ (5) إِلَّا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ (6) فَمَنِ ابْتَغَى وَرَاءَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْعَادُونَ (7) وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ (8) وَالَّذِينَ هُمْ عَلَى صَلَوَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ (9) أُولَئِكَ هُمُ الْوَارِثُونَ (10) الَّذِينَ يَرِثُونَ الْفِرْدَوْسَ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ (11)

“1. Sesungguhnya beruntunglah (telah meraih kemenangan) orang-orang yang beriman, 2. (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya, 3. dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna, 4. dan orang-orang yang menunaikan zakat, 5. dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, 6. kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka milik, Maka Sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa. Siapa saja yang mencari yang di balik itu, Maka mereka Itulah orang-orang yang melampaui batas. 8. dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya. 9. dan orang-orang yang memelihara shalatnya. 10. mereka Itulah orang-orang yang akan mewarisi, 11. (yakni) yang akan mewarisi syurga Firdaus. mereka kekal di dalamnya.” (Q.S Al-Mukminûn [23] : 1-11)

  1. KUNCI-KUNCI MERAIH KEMENANGAN
    a. Taat kepada Allah dan RasulNya.

Allah berfirman:

وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا (71)

“…siapa saja yang taat kepada Allah dan RasulNya, maka sungguh dia telah meraih kemenangan yang besar”. (Q.S Al-Ahzâb [33] : 71)

b. Melakukan taubat dari dosa-dosa, beriman dan melakukan amal shalih.

Allah berfirman:

فَأَمَّا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَعَسَى أَنْ يَكُونَ مِنَ الْمُفْلِحِينَ (67)

“Adapun orang yang bertaubat dan beriman, serta mengerjakan amal yang saleh, semoga Dia Termasuk orang-orang yang meraih kemenangan (beruntung).” (Q.S Al-Qashas [28] : 67)

c. Selalu berdzikir kepada Allah.

Allah berfirman:

وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (45)

“… dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kalian meraih kemenangan.” (Q.S Al-Anfal [8] : 45)

d. Mensucikan jiwa dengan akhlak yang mulia.

Allah berfirman:

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا (9) وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا (10)

“Sungguh telah meraih keberuntungan (kemenangan) siapa saja yang mensucikan jiwanya, dan merugi siapa saja yang mengotorinya”. (Q.S Adh-Dhuha [91] : 9-10)

e. Menginfakkan harta dalam ketaan kepada Allah dan menghindari kekikiran.

Allah berfirman:

وَأَنْفِقُوا خَيْرًا لِأَنْفُسِكُمْ وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ (16)

“… nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu. dan siapa saja  yang dipelihara dari kekikiran dirinya, Maka mereka Itulah orang-orang yang meraih kemenangan (beruntung).” (Q.S At-Taghâbûn [64] : 16)

  1. PENUTUP

الله أَكْبَرُ الله أَكْبَرُ الله أَكْبَرُ لَا إِلهَ إِلَّا الله هُوَ الله أَكْبَرُ, الله أَكْبَرُ وَلله الْحَمْدُ

Kaum muslimin dan muslimat semoga Allah merahmati kita…

Hari raya kita merupakan sebuah ibadah yang didalamnya terdapat anjuran berdzikir, untuk bertakbir, shalat, untuk bersedekah ataupun menunaikan zakat…

Di hari ini juga merupakan kesempatan kita untuk mempererat tali silaturahmi antar sesama…

Perbaikilah hubungan kita dengan orang tua kita, anak-anak, keluarga dan skala bermasyarakat…

Hancurkan segala hasad dan dengki yang menjadi dinding penghalang dengan mereka…

Jika diantara kita ada yang pernah memutuskan hubungan silaturahim dengan saudara atau temannya maka sambunglah ….

Rasulullah bersabda:

لا يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يَهْجُرَ أَخَاهُ فَوْقَ ثَلَاثِ لَيَالٍ، يَلْتَقِيَانِ فَيُعْرِضُ هَذَا وَيُعْرِضُ هَذَا ، وَخَيْرُهُمَا الَّذِي يَبْدَأُ بِالسَّلامِ

“Tidak diperbolehkan bagi seorang muslim tidak bertegur sapa dengan saudaranya selama lebih tiga malam, mereka berdua bertemu saling memalingkan diri, dan yang terbaik antara keduanya adalah yang memulai salam” (H.R al-Bukharî dan Muslim )

Sementara dalam riwayat imam Ahmad disabdakan:

فَمَنْ هَجَرَ فَوْقَ ثَلَاثٍ فَمَاتَ دَخَلَ النَّارَ

“Siapa saja yang tidak bertegur sapa lebih dari tiga hari, kemudian dia meninggal dunia, maka dia masuk neraka”

Hadirkan dan tebarkanlah kebahagiaan kepada saudara-saudara kita,  anak-anak yatim, janda-janda lemah, para buruh pekerja dan fakir miskin, karena mereka juga memiliki hak untuk turut serta berbahagia di hari yang bahagia ini…

Kita memohon kepada Allah agar menjadikan amalan ibadah kita sebagai ibadah yang melahirkan kemenangan bagi kita dunia dan akhirat…

Kita memohon kepada Allah agar menerima shalat kita, puasa kita, zakat kita, menerima taubat kita dan segala amal ibadah kita …

اللهم اغفر لنا أجمعين، وتب علينا يا أرحم الراحمين…

اللهم اغفر لنا ذنوبنا وإسرافنا في أمرنا…

اللهم إنا نسألك في مقامنا هذا أن تكتبنا في عتقائك من النار…

اللهم اجعل الجنة مثوانا، وأورثنا الفردوس الأعلى، وأدخلنا الجنة دون حساب ولا عذاب…

 يا كريم يا وهاب، يا ذا العرش المجيد، يا فعال لما يريد، يا منان، يا ذا الفضل العظيم تفضل على هؤلاء الجمع بعتقهم من النار، وإخراجهم من ذنوبهم كيوم ولدتهم أمهاتهم، لا تفرق هذا الجمع إلا بذنب مغفور، وعمل مبرور، وسعي متقبل مشكور، يا ودود يا غفور…

اللهم اغفر لآبائنا وأمهاتنا، اللهم اغفر لوالدينا وللمؤمنين يوم يقوم الحساب، واجعل بلدنا هذا آمناً مطمئناً سخاءً رخاءً وسائر بلاد المسلمين، واحفظنا من بين أيدينا، ومن خلفنا، وعن أيماننا، وعن شمائلنا، ومن فوقنا…

اجعلنا إخوة متحابين، يا أرحم الراحمين…

يا رب العالمين طهر قلوبنا من النفاق، وأعمالنا من الرياء…

اسلل سخائم صدورنا، واختم بالصالحات أعمالنا…

سبحان ربك رب العزة عما يصفون، وسلام على المرسلين، والحمد لله رب العالمين

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here